Premium Leaderboard (970x90) - News

Dugaan Pemotongan BLT UMKM, Diskop Kabupaten Bandung Klarifikasi ke Komisi B

Reporter: Deddy Ruswandi - Editor: Riedha Aghniya Adriyana

Senin, 22 Februari 2021 | 06:13 WIB

210221212122-.jpg

18News.id/Deddy Ruswandi

Anggota Komisi B, DPRD Kabupaten Bandung, dari Fraksi PDIP, Muhammad Luthfi Hafiyyan.*

Rectangle Bodytext (300x100)

18NEWS.ID, SOREANG -- Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung melakukan audensi dengan Komisi B, DPRD Kabupaten Bandung. Audensi dilakukan sehubungan klarifikasi terkait dugaan pemotongan bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM oleh oknum yang mengatasnamakan Koperasi Seknas (Sekretaris Nasional).

Anggota Komisi B, dari Fraksi PDI Perjuangan, M. Luthfi Hafiyyan, mengatakan,  audesi dengan pihak Dinas Koperasi, guna mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan pemotongan bantuan UMKM oleh oknum yang mengatasnamakan Koperasi Seknas.

"Jadi pihak Dinas Koperasi Kabupaten Bandung sudah mengklarifikasi, intinya Dinas Koperasi selama ini tidak melakukan kerjasama dengan Koperasi Seknas," kata Lutfhfi Hafiyyan, usai audensi, di Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (18/2/2021).

Menurut Luthfi, kasus dugaan pemotongan BLT UMKM oleh oknum mengatasnakan Koperasi Seknas itu sedang dalam pengusutan pihak terkait.

Bantuan UMKM dari pusat tersebut, tutur Luthfi, jumlahnya sebesar Rp 2,4 juta untuk pengusaha mikro kecil dan menengah, melalui Dinas Koperasi. 

"Informasi di lapangan, oknum yang mengaku Koperasi Seknas itu, meminta uang pendaftaran sebesar Rp 50 ribu kepada penerima bantuan, setelah cair lalu dipotong Rp 1 juta dari tiap warga penerima bantuan tersehut," kata Luthfi.

Sedangkan total pemotongan bantuan UMKM dari warga penerima di wilayah Kabupaten Bandung, terkumpul mencapai sebesar Rp 800 juta.

"Jadi pihak Koperasi Kabupaten Bandung mengklarifikasi tidak ada kerja sama dengan pihak Koperasi Seknas dan tadi sudah diklarifikasi juga ke hadapan anggota komisi B, tidak ada kerjasama dan akan mengklarifikasi lewat media," ujar Luthfi.

Terkait masalah tersebut, pihak dewan sendiri, tutur dia, sudah melakukan komunikasi dengan Diskop. "Insya Allah ke depannya akan ditindaklanjuti, dan sekarang masih ditangani pihak terkait. Kita tunggu saja nanti hasilnya bagaimana," kata Luthfi.*

Download Aplikasi