Saturday , 31 July 2021

Tim Paslon NU Pasti Tolak Tandatangani "Kemenangan" Bedas!


201216071709-Tim-P.png

Source: 18news.id/Deddy Ruswandi

Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya, bersama jajaran serta pihak terkait lainnya berfoto bersama usai menggelar rapat pleno, di Bale Pintar KPU Kabupaten Bandung, Selasa (15/12/2020).*

18NEWS.ID, Soreang – Akhirnya, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, H. Dadang Supriatna (Kang DS) dan Sahrul Gunawan, ditetapkan sebagai pemenang pada Pemilihan Kepala Daeràh (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020.

Kemenangan Paslon  Nomor Urut 3 ini ditetapkan dalam Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung tetang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Selasa malam (15/12/2020), di Sekretatiat KPU Kabupaten Bandung, Soreang.

Paslon yamg memiliki taglen "Bedas" ini ditetapkan sebagai pemenang Pilbup Bandung setelah dalam rekapitulasi unggul telak dari dua Paslon lainnya. Dadang Supriana-Sahrul Gunawan meraih 928.702 suara atau 56.01 persen. Menyusul paslon nomor urut 1, Kurnia Agustina meraih 511.413 suara atau 30,08 persen dan paslon nomor 2, Yena Iskandar Ma'soem-Atep meraih 217.780 suara atau 13,13 persen.

Surat suara sah tercatat sebanyak 1.657.795, surat suara tidak sah 53.841, total suara 1.711.642. Artinya, tingkat partisipasi masyarakat mencapai 72,17 persen.

Rapat pleno rekàpitulasi ini digelar sejak Selasa pagi, di Aula Bale Pinter KPU Kabupaten Bandung dan rekap hasil penghitungan suara ditetapkan pukul 21.00 WIB. Namun berita acara penetapan hasil perhitungan suara ini, hanya ditandatangani Tim Paslon Bedas dam Tim Paslon Yena Iskandar-Atep. Sedangkan dari Tim Paslon Hj. Kurnia Agustina-Usman Sayogi menolak menandatangani, karena akan melakukan gugatan kecurangan pllkada.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Kabupaten Bandung, Agus Baroya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggaran pemilu. Khususnyà para pasangan calon dan tim sukses, para saksi dan tim kampanye pemilu, seluruh komponen masyarakat Kabupaten Bandung, Forkopimda, dan stakeholder terkait, tokoh masyarakat dan pemilih, yang telah melaksanakan setiap tahapan pilkada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Secara khusus kami menyampaikan apresiasi atas partisipasinya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, sehingga bukan hanya berjalan lancar. Insha Allah tanpa ada klaster baru, dengan partisipasi pemilih naik sekitar 9 persen daripada Pilbup Bandung 2015, yang sekarang menjadi 72,8 persen," kata Agus Baroya dalam penutupan rapat pleno.

Agus menambahkan, KPU Kabupaten Bandung khususnya dan seluruh jajaran penyelenggara mohon maaf apabila di dalam penyelenggaraan, dalam pelayanan maupun komunikasi ada hal-hal yang kurang berkenan dan kurang maksimal.

"Sekali lagi kami bertekad untuk sepenuh hati memberikan pelayanan terbaik. Namun barangkali saran dan kritik diperlukan untuk perbaikan di masa depan," ucap Agus.

Terkait dengan kontestasi yang meniscayakan adanya satu pemenang, pihaknya berharap masyarakat Kabupaten Bandung bisa lebih dewasa dan lebih bijak untuk selesai pada sebuah kontestasi, namun setelah ini kembali bersatu untuk membangun Kabupaten Bandung.

KPU Kabupaten Bandung juga mengapresiasi, saksi paslon nomor 1 atas penerimaan hasil secara substantif. 

"Kami juga menghargai pilihan dan sikap politik dari saksi paslon 1. Kemudian dari saksi paslon nomor 2, kami berterima kasih atas segala masukannya. Dari saksi Paslon no. 3 tentu saja kita memang menyadari tidak sempurna dan bagi tim KPU Kabupaten Bandung khususnya, yang terkait dengan kenaikan 9 persen partisipasi, tetap ini perlu menjadi kajian yang spesial," kata Agus Baroya.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi