Saturday , 17 April 2021

Tangkal Radikalisme WaliKota Bandung Ajak Para Cendekiawan Aktif


210405150314-Tangk.jpg

source: humas.bandung.go.id

Walikota Bandung Oded M. Danial

18NEWS.ID.- Walikota Bandung  Oded M. Danial mengajak para cendekiawan turut menangkal isu radikalisme. Wawasan dan buah pemikiran para cendekiawan ini dinilainya sangat penting dalam menyebarkan pemahaman.

Menurutnya  isu radikalisme dimanfaatkan oleh para oknum yang mengatasnamakan agama. Namun justru perilaku tersebut sebagai cerminan pelaku radikalisme tidak paham agama Islam.

Secara tegas ia menyatakan, agama Islam menghadirkan kasih saying bagi seluruh alam. Sehingga konsep saling menyayangi ditujukan untuk semesta beserta isinya, tanpa memandang golongan tertentu.

“Islam agama rahmatan lilalamin. Kalua ada yang radikal itu adalah oknum, bukan Islamnya. Islam itu tidak pernah kenal dengan radikalisme apalagi terorisme, logika yang mana yang bisa mengatakan bahwa islam itu radikal? Itu tidak ada,” ujarnya usai pelantikan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Bandung, di Kantor ICMI Jawa Barat, Jalan Cikutra, Senin (5 April 2021).di langsir dari laman humas.bandung.go.id

ICMI dapat mengambil peran untuk memberikan pemahaman keislaman kepada masyarakat. Termasuk membuka wawasan bahwa tindakan radikalisme dan terorime tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Apalagi menyoal sentimen agama.

“Sebagai komponen umat Islam, mari kita buktikan Islam itu bukan radikal. Islam itu lil alamin bukan hanya untuk manusia. Tanggung jawab kita untuk membuktikan,” ujarnya.

Wali kota tidak memungkiri bahwa kemajuan teknologi informasi turut dimanfaatkan oleh oknum guna menyebarkan paham radikalisme. Sehingga ia berharap, para cendekiawan lebih aktif untuk menyasar kanal ini untuk menerbitkan berbagai pemikirannya untuk menangkal isu radikalisme ini.

Sementara itu Ketua ICMI Orda Kota Bandung, Ahmad Syamsir mengaku akan mendorong para anggotanya untuk lebih berperan aktif dalam memberikan pemahaman terhadap bahaya radikalisme.

Tanpa terkecuali, di lingkungan pendidikan mengingat sebagian besar cendekiawan muslim juga merupakan kalangan akademisi.

“Para cendekiawan ini harus bisa menginformasikan dan menyampaikan. Para cendekiawan lebih banyak di perguruan tinggi, sudah paham memberikan informasi kepada mahasiswanya sehingga mudah-mudahan radikalisme bisa tertangani,” kata Ahmad.

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi