Saturday , 17 April 2021

Ranah Pidana, Ridwan Kamil Akan Tindak Tegas Pemotong Bantuan Tunai


210105092725-Ranah.png

Source: Dok. Humas Pemprov Jabar

Ridwan Kamil usai mengikuti Vicom Peluncuran Bantuan Tunai Tahun 2021 bersama Presiden RI di Gedung Sate, Senin (4/1/2021).*

18NEWS.ID, KOTA BANDUNG -- Sebanyak 7.421.816 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jawa Barat dipastikan akan menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat, yang akan disalurkan mulai Januari 2021.

Dari jumlah tersebut, masing-masing untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak  1.718362 penerima, Program Sembako/Bantuan Pangan Non-Tunai sebanyak  3.515.180 penerima dan Bantuan Sosial Tunai (BST) 2188.274 penerima.

Menurut Gubernur Jawa Barat. Mochamad Ridwan Kamil, sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo, Pemerintah Daerah untuk mengawal langsung dan memastikan tidak ada potongan dengan alasan apa pun.

“Dengan alasan apa pun, ada potongan-potongan itu tidak diperkenankan, termasuk ranahnya nanti pidana. Nah nanti akan kita tindak secara tegas,” kata Ridwan Kamil, usai mengikuti Vicom Peluncuran Bantuan Tunai Tahun 2021 bersama Presiden RI di Gedung Sate, Senin (4/1/2021), dilansir laman resmi Pemprov Jabar.

Ridwan Kamil menegaskan, karena bansos ini untuk menjaga ketahanan sosial keluarga, itu pihaknya meminta kepada para penerima bansos untuk bisa memanfaatkan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Titip kepada para penerima, ini ditujukan untuk menjaga ketahanan sosial keluarga hanya dibelanjakan untuk kebutuhan pokok. Jadi masyarakat bantu untuk melaporkan kalau bantuan ini dipakai untuk hal-hal yang bukan pokok. Atau istilah presiden tadi salah satunya rokok atau hal-hal yang sifatnya bukan primer,” ucapnya.

Ridwan Kamil mengatakan, presiden juga memberikan arahan agar bantuan sosial ini bisa menggerakkan ekonomi di daerah-daerah.

“Bantuan ini agar menjadi sebuah gerakan sosial yang baik, sehingga ekonomi di bawah bisa bergerak cepat,” ujarnya.

Gubenur juga meminta kepada perbankan untuk menerapkan protokol kesehatan saat memberikan bantuan kepada para penerima serta pihaknya sudah menginstruksikan melalui Kepala Dinas Sosial terkait managemen pemanggilan antrian, sehingga tidak terjadi kerumunan.

“Kepada para perbankan untuk memastikan, kalaupun ada antrian, antriannya itu sesuai dengan protokol kesehatan. Mudah-mudahan itu ditaati dan dipatuhi,” harapnya.   

Ridwan Kamil optimis, berita-berita pemulihan ekonomi di Jawa Barat sudah membaik dan seiring dengan datangnya vaksin bantuan sosial ini, ekonomi di Jawa Barat bisa lebih baik.

“Kami di Jawa Barat sangat optimis berita-berita pemulihan ekonomi sudah membaik, sehingga mudah-mudahan dengan seiring datangnya vaksin yang minggu-minggu ini sudah dikirim ke seluruh Indonesia oleh Bio Farma, Inshaa Allah kombinasi hadirnya vaksin, bantuan sosial tunai, belanja pemerintah yang dipercepat, dan daya beli masyarakat yang sudah mulai pulih, ekonomi Jawa Barat bisa lebih baik. Itulah semangat 2021 yang kita harapkan,” tuturnya.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi