Premium Leaderboard (970x90) - News

Faktor Usia dan Riwayat Penyakit, Bupati Bandung Batal Divaksin

Reporter: Deddy Ruswandi - Editor: Hariyawan

Kamis, 14 Januari 2021 | 16:42 WIB

210114164554-Fakto.png

Source: 18news.id/Deddy Ruswandi

Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, saat menerima vaksin Covid 19 di RS UKM Kecamatan Margaasih, Kamis (14/1/2021).*

Rectangle Bodytext (300x100)

18NEWS.ID, Kab. Bandung -- Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar vaksinasi Covid 19 perdana.

Vaksinasi yang digelar di Rumah Sakit Unggul Karsa Medika (UKM) Margaasih itu, vaksin pertama dilakukan pada Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman, Kolonel Pnb. Mohammad Nurdin, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana.

Sementara itu, Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, yang sebelumnya menyatakan siap divaksin, pada vaksinasi perdana itu tidak jadi divaksin.

Dadang sendiri tidak bisa menjadi penerima vaksin Covid 19, karena terkait masalah umur dan memiliki riwayat penyakit penyerta.

H. Dadang M. Naser mengatakan  kegiatan vaksinasi Covid 19 ini digelar secara serentak di beberapa kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung. 

Dadang Naser berharap, masyarakat tidak terlibat dalam debatable tentang isu-isu hoaks mengenai vaksin.

“Vaksin ini sudah di nyatakan halal oleh MUI,  terus akurasi vaksin sudah diuji coba, BPOM juga sudah mengeluarkan izin edarnya meskipun dalam izin darurat. Itu upaya negara, upaya pemerintah untuk melindungi masyarakatnya agar penyebaran Covid 19 bisa diatasi melalui gerakan vaksinasi secara masal,” ujar Dadang saat meninjau kegiatan vaksinasi di RS UKM, Kecamatan Margaasih, Kamis (14/1/2021).

Dadang mengatakan, ada sepuluh pejabat utama di Kabupaten Bandung, baik jajaran samping maupun forkopimda, yang mengikuti kegiatan vaksinasi ini. 

“Saya usia sudah masuk 60, dan pernah ada serangan jantung di tahun ke empat periode pertama (menjabat sebagai bupati, Red,-). Jadi tidak lulus,” aku Dadang Naser.

Dia mengimbau masyarakat Kabupaten Bandung untuk mengikuti progam pemerintah tersebut untuk melindungi kesejahteraan masyarakat. 

Bagi masyarakat yang menolak divaksin, Dadang meminta masyarakat tersebut bisa memberikan alasan yang jelas.

“Mereka yang sudah memenuhi standard, tetapi tidak mau divaksin, itu saying. Nanti ada denda,” tegas Dadang.

Sementara itu, Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman, Kolonel Pnb. Mohammad Nurdin, mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk mendapatkan vaksin Covid 19, dengan sebelumnya harus melewati prosedur kesehatan. 

“Saya ingin sehat, maka saya melaksanakan protokol kesehatan dan vaksin,” kata Nurdin.

Nurdin mengaku tidak merasakan apa-apa saat menjalani vaksinasi. Dirinya mengimbau masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin, karena vaksinnya aman dan halal.

“Pemerintah pusat sudah membuktikan dan kami mewakili forkopimda Kabupaten Bandung juga membuktikan kembali bahwa vaksin ini aman dan halal,” ungkapnya.

Kepala Bappeda Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, juga mengucapkan rasa terima kasihnya, karena mendapatkan kesempatan untuk menjalani vaksinasi. Dirinya menceritakan bahwa dilakukan skrining terlebih dahulu sebelum disuntik vaksin, sehingga masyarakat tidak perlu takut.

“Divaksin sudah selesai dan tidak terasa dan tidak ada gejala apa-apa, tidak ada sakit apa-apa. Kepada masyarakat diimbau untuk segera vaksin dan supaya kondisi kita segera pulih dari pandemi Covid 19,” ujar Cakra.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana Purnami, mengatakan tahapan vaksinasi Covid 19 dimulai hari Kamis (14/1/2021) sampai Maret 2022. Artinya, dalam fase 15 bulan. Dirinya mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan vaksinasi, dimulai dengan menngunduh aplikasi pedulilindungi.id.

“Tahap pertama Kabupaten Bandung telah menerima kurang lebih 7.560 vaksin. Ini diperuntukan bagi  3.760 tenaga kesehatan, yang dilakukan dua kali tahapan,” kata Grace.

“Tahap pertama hari ini, tahap ke dua 14 hari sampai 28 hari kemudian,” jelasnya.

Vaksin yang belum diterima, kata Grace, akan didistribusikan kembali oleh Provinsi Jawa Barat pada 22 Januari 2021. Terkait kegiatan vaksinasi untuk nakes, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan zoom dengan kepala puskesmas untuk membicarakan pelaksanaan vaksin yang pertama.

“Kita sampaikan bahwa alhamdulillah tidak ada kendala. Hanya skrining awal, kadang-kadang mungkin orang takut berdebat sehingga menjadikan tensinya tinggi ya, itu perlu ada suatu mekanisme. Artinya, ketika akan dilakukan vaksinasi, istirahat yang cukup, kemudian dalam keadaan tenang dan sarapan dulu,” tutup Grace.*

Download Aplikasi