Friday , 14 May 2021

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Pajak Kab. Bandung Malah Surplus Rp17 M


201007140304-.png

Source: 18NEWS.ID/Deddy Ruswandi

Kabid Pajak 2 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten, Kan Kan Taufik Barnawan, S.IP., memberikan keterangan kepada wartawan, di Soreang, Rabu (7/10/2020).*

18NEWS.ID, Soreang -- Meskipun di tengah pandemi Covid 19, ternyata adanya kebijkan insentif PBB dan BPHTB, pendapatan sektor Pajak 2 Kabupaten Bandung malah mengalami surplus.

Perolehan pendapatan pada sektor Pajak 2 yang meliputi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kabupaten Bandung per 30 September 2020 mengalami surplus Rp 17 Milar. 

"Raihan surplus Rp17 miliar tersebut tidak terlepas dari adanya kebijakan Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, melalui Perbup No. 27 Tahun 2020 Tentang Insentif Pajak Daerah Untuk Wajib Pajak Daerah Terdampak Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)," kata Kabid Pajak 2 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten, Kan Kan Taufik Barnawan, S.IP., kepada wartawan, di Soreang, Rabu (7/10/2020).

Menurut Kan Kan, adanya kebijakan tersebut dapat menarik masyarakat untuk bertransaksi.

Dia berharap, masyarakat sebaiknya bertransaksi segera. Mungpung saat ini selain ada diskon, masyarakat dapat double keuntungan. Karena untuk validasi BPHTB, PBB harus sudah lunas, tidak ada tunggakkan, sementara untuk PBB sendiri ada program insentif di tahun ini.

Lonjakan transaksi per 30 September 2020, kata Kan Kan, merupakan bentuk efektifnya program insentif yang dicanangkan Bapenda melalui Perbup Bupati Bandung, dibandingkan pendapatan per 30 September tahun lalu. 

Tahun 2019, raihan pendapatan PBB dan BPHTB mencapai Rp218,5 miliar, sedangkan tahun 2020 per 30 September mencapai Rp 235,5 milar atau surplus sebesar Rp17 miliar.

"Dari target pendapatan sektor BPHTB tahun 2020 sebesar Rp160 milar, hingga per 30 September kemarin, pendapatan dari BPHTB sudah mencapai Rp155 milar," tuturnya.

Mengenai kekurangan dari target sekitar Rp5 milar, namun ucap Kan Kan, optimis dapat melampaui target hingga sekitar Rp190 miliar, mengingat masih ada tenggang waktu sekitar 3 bulan hingga Desember nanti.

“Dampak dari kebijakan insentif ini jelas sangat membantu, baik masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Bandung. Tidak sedikit masyarakat yang mengucapkan terimakasihnya kepada Bupati Bandung atas kebijakan di tengah pandemik ini. Demikian juga kami berterimakasih kepada masyarakat atas ketaatannya dalam membayarkan kewajibannya,” ujarnya.

Sebagai apresiasi, kini pihak Bapenda Kabupaten Bandung sedang meningkatkan berbagai tingkat pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang Pajak 2.

“Untuk pelayanan PBB, kami selain terus terjun ke lapangan dengan sistem jemput bola ke desa-desa, dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan Tokopedia, sehingga masyarakat dapat membayar langsung PBB nya, tanpa menitipkan pada orang lain. Untuk BPHTB, proses layanan validasi dan Nomor Tanda Pajak Daerah (NTPD) dipercepat,” jelasnya.*

 

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi