Saturday , 17 April 2021

Dede Yusuf: Mari Kita Keluar dari Zona Nyaman!


201105131045-Dede-.png

Source: 18news.id/Deddy Ruswandi

Dede Yusuf bersama Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung, Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan, usai konsolidasi pemenangan di Hotel Antik, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (4/11/2020).*

18NEWS.ID, Soreang -- Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi, megatakan semua calon Bupati Bandung adalah orang-orang baik, orang-orang bagus. 

"Tapi mungkin kawan-kawan tahu (wartawan, Red,-) selama ini saya selalu mendukung pembangunan Kabupaten Bandung. Tetapi kita paham bahwa masyarakat membutuhkan sebuah perubahan," kata Ketua Departemen Pendidikan Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda DPP Partai Demokrat ini, usai konsolidasi pemenangan Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Bandung dengan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, di Hotel Antik, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu sore (4/11/2020). 

Perubahan itu, tutur Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini, harus dilihat adalah perubahan yang berakar, bukan hanya perubahan sifat varsial atau mercusuar. 

"Inti utama dari era pandemi ini kesejahteraan masyarakat. Kunci utama kesejahteraan, yaitu pada sektor ekonomi mikro atau sektor ril, yang akan menyelematkan kita pada 2021 ke depan," tutur Dede Yusuf.

Maka dari itu, ujarnya, Kabupaten Bandung sebagai daerah yang sarat pelaku ekonomi kreatif dan UKM, harus diberdayakan dan didukung. 

"Itu sebabnya saya terpanggil bersama Partai Demokrat untuk mari kita keluar dari zona nyaman dan kita harus lakukan sesuatu sebagai mana derah lain. Bagaimana pun tantangan didepan kita adalah pengangguran yang saat ini mencapai angka fantastik sekitar 10 sampai 12 juta  pengangguran di seluruh Indonesia," ucapnya.

Dede Yusuf  meyakini, Kabupaten Bandung juga sama kena dampaknya, yang ditandai beberapa pabrik sudah tutup. 

"Berarti harus terjadi sebuah perubahan. Tidak bisa kalem kalem saja. Untuk itu, saya percayakan pada pasangan Bedas, DS dan Sahrul; karena mereka punya konsep. Konsepnya yang langsung menitikberatkan kepada pergerakkan sektor ekonomi mikro tadi," kata Dede Yusuf.

Dalam konteks pilkada, tutur dia, saat ini tinggal satu bulan lagi, masyarakat sudah mulai ancer-ancer punya pemikiran, pilihan. 

Dede Yusuf berharap, birokrasi akan netral dalam pelaksanaan pilkada. Bagaiamana pun, masyarakatlah yang akan memenangkan pilihannya. 

Birokrasi itu adalah alat atau sistem pemerintahan yang dimandatkan untuk bekerja bagi rakyat. Bukan dimandatkan untuk memenangkan satu pasangan.

"Ini penting, karena di mana pun birokrat tidak boleh ikut campur tangan, karena ini pilihan rakyat," katanya.

Dede Yusuf juga merasa yakin  pada pasangan Bedas, karena setiap suaranya akan didengar.

"Jadi setiap suara akan didengar; seperti suara guru ngaji, suara pedagang, suara para petani misalnya di Ciwidey itu akan didengar," pungkasnya.*

 

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi