Saturday , 17 April 2021

Mengulas Asal Mula Polkadot, Motif Busana dari Unsur Irama Tarian Polka


210401125002-.jpg

Source: envato

Wanita mengenakan busana dengan motif polkadot.*

18NEWS.ID – Tren fashion dari tahun ke tahun selalu berputar dalam setiap dekadenya. Mulai dari atasan hingga bawahan, tren busana tersebut selalu ada hingga saat ini. Bukan hanya berupa pakaian, bahkan desain seperti motif pun turut memeriahkan tren busana. Salah satunya motif yang sudah familiar di kalangan masyarakat adalah Polkadot.

BACA JUGA: Tartan: Busana Tradisional Skotlandia yang Mendunia

Tarian Polka, Awal dari Polkadot

Melihat ke belakang, istilah Polkadot pertama kali dibuat oleh majalah Amerika, yakni sekitar tahun 1800-an. Selain itu ada pula sumber yang menyebutkan bahwa polkadot berasal dari tarian polka yang dipopulerkan kaum bohemia di Eropa Timur sekitar tahun 1844.

Tarian Polka Kaum Bohemia dari Eropa Timur. Source: dancetime.com

Pengulangan motifnya yang berbentuk bintik-bintik teratur dengan pola print 2/4 disesuaikan dengan tarian Eropa Timur itu, sebab sesuai dengan langkah-langkah dasar sekaligus iramanya. Kemudian, istilah Polkadot langsung menyebar seperti virus pada revolusi budaya pop di abad 19.

Baju yang dikenakan oleh kartun Minnie Mouse sejak tahun 1940-an juga bermotif polkadot. Di kala itu, polkadotnya berwarna hitam di bajunya yang merah. Frank Sinatra pun pernah mengangkat judul lagu “Polka Dots and Moonbeams”. Tren polkadot makin terasa penyebarannya di tahun 1950-an. Hingga kini pun, motif polkadot dikenal sebagai motif yang nuansanya retro, namun tetap digemari oleh para pecinta fashion.

Meski tidak ada catatan sejarah yang menerangkan siapa orang pertama yang menggunakan istilah polkadot, namun berdasarkan kamus Webstre’s Ninth New Collegiaten Dictionary dapat disimpulkan bahwa motif polkadot tersebut pada prinsipnya telah lama digunakan sebagai motif tekstil untuk mempercantik berbagai busana wanita.

BACA JUGA: Warna-warni "Psychedelic": Aliran Seni, Musik, dan Gaya Busana

Perkembangan Motif Polkadot

Dari yang awalnya hanya didominasi warna hitam dan putih saja, pola cetakan motif polkadot lambat laun juga mengalami perubahan warna dan ukuran menjadi lebih bervariasi. Penggabungan besar kecilnya ukuran bintik atau bulatan pada sebidang motif tersebut nyatanya juga semakin menambah keanekaragaman motif polkadot.

Ilustrasi motif polkadot dengan warna hitam dan putih. Source: envato

Berdasarkan ukuran bulatan atau dimensi bulatannya motif polkadot sendiri pada umumnya dapat dibedakan ke dalam tiga ukuran, yakni polkadot dengan bulatan kecil, polkadot dengan bulatan berukuran sedang dan polkadot dengan ukuran bulatan besar.

Penilaian besar kecilnya ukuran bulatan yang menjadi ciri khas motif polkadot ini relatif, dalam artian tergantung persepsi orang.

Bisa saja bulatan yang dianggap besar oleh sebagian orang dianggap sedang untuk orang lain atau bulatan yang sebenarnya sedang dianggap kecil oleh orang lain.

Ilustrasi motif Polkadot berwarna-warni. Source: envato

Selain dibedakan berdasarkan ukurannya, warna bulatan yang terdapat pada motif polkadot sebenarnya juga sangat banyak, namun secara keseluruhan dapat dibagi dalam dua kategori besar, yakni polkadot dengan bulatan satu warna dan polkadot dengan banyak warna.

Dengan karakteristik motifnya yang jadul namun tetap terkesan segar sampai saat ini motif polkadot tetap menjadi salah satu motif yang begitu diminati oleh banyak orang. Bahkan di kalangan desainer ternama sekalipun motif polkadot juga sering digunakan untuk membuat produk pakaian dengan kualitas premium.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi