Cerita Menarik di Balik Fashion Yankii dari Jepang

Reporter: Riedha Aghniya Adriyana - Editor: Riedha Aghniya Adriyana

Kamis, 14 Januari 2021 | 12:26 WIB

210114123749-cerit.jpg

Source: twitter/tokyofashion

Yankii fashion dari Jepang.*

Rectangle Bodytext (300x100)

18NEWS.ID – NEGARA Jepang selalu memiliki fashion unik tersendiri. Selain terkenal dengan pakaian khas tradisionalnya, Jepang juga melakukan inovasinya terhadap fashion yang modern. Salah satunya adalah fashion Yankii.

Melansir dari Ryusei, fashion ini adalah salah satu dari sekian banyak subkultur yang berkembang di Jepang. Yankii sebenarnya bukan gaya berbusana yang sengaja diciptakan, melainkan identitas dari sebuah komunitas sosial di Jepang.

Gaya busana Yankii dari Jepang. Source: twitter/tokyofashion

Yankii sendiri identik dengan gaya berpakaian ala kaum pekerja Jepang pada masa kepopulerannya. Berkat kesetiaan dan konsistensi anggota komunitas menggunakan identitas tersebut, ciri khas mereka masih eksis hingga saat ini.

Dalam perkembangannya, fashion ala Yankii tidak hanya menjadi identitas komunitasnya. Gaya tersebut mulai diadopsi dalam dunia fashion modern dengan beberapa modifikasi. Nyatanya banyak orang yang tertarik menggunakan fashion tersebut hingga saat ini, terutama kaum muda.

Apakah kamu semakin penasaran dengan Yankii fashion? Berikut adalah beberapa cerita menarik yang perlu kamu ketahui.

Asal Mula Yankii Fashion

Gaya berbusana Yankii pertama kali dimunculkan oleh anak muda Jepang yang berasal dari kaum pekerja sekitar tahun 1980-an sampai 1990-an. Awalnya, Yankii adalah para pekerja yang melakukan pemberontakan terhadap norma-norma yang berlaku di masyarakat khususnya dalam hal perbedaan kelas.

Identik dengan Gaya Kaum Pekerja

Berkembangnya jaman, Yankii mulai diisi oleh anak-anak SMA yang cenderung dinilai nakal. Mereka kerap berlaku agresif terhadap orang-orang sekitar. Kebanyakan remaja mulai menjadi Yankii sejak usia belasan tahun.

Akibat kenakalan yang sering dilakukan, mereka diberhentikan dari sekolah. Selanjutnya Yankii laki-laki akan menjadi seorang pekerja konstruksi dan kebanyakan Yankii perempuan menjadi ibu muda. Oleh sebab itu, Yankii fashion sangat menggambarkan gaya kaum pekerja.

Menyerap Gaya Geng Motor Jepang

Masyarakat Jepang sering mengasosiasikan kelompok ini dengan geng motor Jepang. Padahal mereka bukanlah geng motor, mereka hanya menggunakan motor sebagai cara untuk berkumpul. Dari situlah cara berpakian Yankii sedikit terpengaruh dari gaya geng motor pada umumnya.

Yankii Fashion Sesungguhnya

Pertama, gaya berpakian Yankii mirip dengan kaum pekerja, yaitu menggunakan jumpsuit. Sedikit pengaruh dari gaya geng motor, jumpsuit tersebut diberi tambahan tulisan dan gambar tentang komunitas tersebut.

Warna jumpsuit yang lebih sering digunakan adalah hitam dan putih. Tulisan pada jumpsuit biasanya berukuran besar dan menggunakan huruf kanji. Warna yang digunakan untuk tulisan dan gambar adalah warna-warna terang seperti merah, jingga, kuning dan warna terang lainnya.

Para perempuan mengenakan fashion Yankii. Source: timeline.com

Jaket kulit ala geng motor juga kadang melengkapi penampilan para Yankii dalam berbagai kesempatan. Jaket tersebut dinilai membuat penampilan mereka semakin trendi.

Kedua, para Yankii suka mewarnai rambut mereka dengan warna merah atau pirang. Bentuknya rambut dibuat tinggi ke atas menyerupai jambul. Bagi seorang Yankii, gaya rambut memainkan peran penting karena dianggap sebagai tanda kebanggaan.

Komunitas Yankii. Source: timeline.com

Ketiga, gaya Yankii perempuan tidak jauh berbeda dengan gaya Yankii laki-laki. Namun dalam beberapa kesempatan mereka sempat memodifikasi gaya seragam sekolah dengan rok mini dan sepatu platform.

Yankii Memiliki Pose Khusus

Hal terakhir yang menjadi pelengkap Yankii fashion adalah pose khas Yankii. Saat berfoto, para Yankii memiliki pose khusus menyerupai shit squat. Gaya tersebut lebih dikenal dengan sebutan Unko Suwari.

Itulah cerita dibalik Yankii dari Jepang. Menarik, bukan?*

Komentar
Download Aplikasi