Saturday , 17 April 2021

Gregorius Djaduk Ferianto, Aktor dan Seniman Musik yang Berbakat


210407150657-grego.jpg

Source: Dok. [email protected]

Djaduk Ferianto.*

18NEWS.ID – Djaduk Ferianto iyalah seorang aktor dan seniman musik berbakat. Djaduk awalnya diberi nama Guritno oleh sang paman, namun nama itu hanya bertahan sampai ia berusia 10 tahun. Karena ia kerap jatuh sakit, ayahnya mengganti nama Guritno menjadi Djaduk yang artinya unggul.

Sejak umur delapan tahun, Djaduk sudah aktif menari di Pusat Latihan Tari milik ayahnya. Anak bungsu dari Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia, dan adik dari monolog kawakan Butet Kertaradjasa, terbilang beruntung karena lahir dan tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung kariernya terlebih di bidang seni musik dan teater.

Djaduk saat pentas bersama kuaetnika. Source: Dok. [email protected]

Djaduk banyak belajar soal musik dan film dari dua tokoh perfilman legendaris, Teguh Karya dan Arifin C. Noer. Selain itu, Ia secara khusus pergi ke Jepang untuk mempelajari teknik olah pernapasan dalam memainkan alat musik tiup. Ilmunya di bidang musik pun semakin bertambah saat Ia belajar musik di New York.

Sepanjang perjalanan karirnya, ayah lima anak ini sempat mengalami diskriminasi, salah satunya adalah pembedaan antara lokal dan nasional. Djaduk baru bisa masuk industri musik nasional di tahun 1996. Meskipun frekuensi tampil di ibu kota sangat tinggi, Djaduk memilih untuk tetap tinggal di Yogyakarta.

Dengan sederet karya dan prestasinya, Djaduk rupanya masih menyimpan bakat lain yakni berakting. Debutnya sebagai aktor ditandai dengan keterlibatannya sebagai salah satu pemeran pendukung dalam film

Konsep dalam kekaryaan Djaduk

Kebanyakan karya-karya Djaduk berangkat dari fenomena musikal. Satu melodi pokok sederhana dikembangkan lagi menjadi lebih kompleks dan rigit, begitu seterusnya. Ia sedikit-banyak melawan kecenderungan arus penciptaan musik (kontemporer) mutakhir yang mencoba menghubung-hubungkan karya dengan fenomena kehidupan sebagai konsep, alih-alih menjadi koreksi dan kritik sosial, tapi melupakan kekayaan-kekuatan garap musikal, sehingga terkesan monoton.

Seniman Djaduk Ferianto. Source: Dok. [email protected]

Djaduk adalah garansi bagi musik Indonesia bermutu. Uniknya, temuan ide-ide kekaryaan tidak terjadi dalam sebuah laboratorium formal di kelas-kelas musik, tapi lewat pengembaraan hidup. Temuan itu terjadi di puncak Table Mountain, Afrika Selatan, 30 September lalu.

Segera Ia bersiul dan bersenandung, kemudian direkam lewat smartphone miliknya. Temuan melodi melebihi segalanya, puncak kebahagiaan bagi seorang komposer. Terjadi secara tak terduga, di tempat yang tak terduga pula. Djaduk memandang bahwa alam-dunia adalah sebuah "ikhtiar laku berproses" untuk mencari dan menemukan sesuatu hal penting dalam musiknya.

Djaduk memberikan kebebasan tafsir seluas-luasnya bagi publik. Ia tak hendak mengekang lewat dalih-dalih apapun tentang karyanya. Karya itu seperti cawan kosong, yang dapat diisi dengan imajinasi apapun oleh pendengarnya.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi