Friday , 14 May 2021

Ali Kribo Penggagas Darbuka, Alat Musik dari Timur Tengah di Indonesia


210503123935-ali-k.jpg

Source: instagram.com/alikribo

Ali Kribo.*

18NEWS.ID, Bandung – Darbuka adalah alat musik perkusi sejenis gendang berbentuk seperti piala atau jam pasir yang berasal dari Timur Tengah. Diduga alat musik ini sudah dikenal sejak sebelum masehi di wilayah Mesopotamia.

Darbuka dahulu dibuat dari tembikar, kayu, dan kulit natural sebagai membran. Lubang permukaan bagian atas lebih besar di bandingkan bawahnya. Awalnya darbuka dibuat untuk keperluan upacara atau ritual tradisional dan digunakan di banyak negara Timur Tengah.

Berbagai alat musik Darbuka. Source: instagram.com/jncneo

Darbuka pernah sangat populer dan fenomenal di negara Turki, yang dalam perjalanan sejarah alat musik ini merupakan pembuat darbuka tanah liat terbaik, khususnya kota Antalya. Badan darbuka dipenuhi hiasan-hiasan geometris dan flora khas Timur Tengah.

Sampai saat ini beberapa negara Timur Tengah masih menggunakan darbuka sebagai alat musik, terutama Syiria, Alexandria Mesir, dan Antalya di Turki bagian selatan. Darbuka dikenal juga dengan nama calty atau tabla. Indonesia sendiri mengenalnya sebagai darbuka.

Ali Muhamamad Seniman Darbuka Berdarah Afrika Amerika

Ali Muhammad Ali atau biasa dikenal dengan nama panggung Ali Kribo merupakan penabuh Darbuka, sebuah alat musik perkusi khas Timur Tengah. Nama pria berdarah Afrika-Amerika ini mulai terkenal di Indonesia sewaktu menjadi bagian dari grup musik sufisme, Debu.

Ali Kribo lahir di New Mexico, Amerika Serikat, 18 September 1995. Masa kecilnya sempat dihabiskan di kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebelum akhirnya berpindah dan menetap di Jakarta pada Bulan November 1999, sewaktu menginjak usia 4 tahun.

Keputusan orang tua Ali membawanya ke Indonesia lantaran mereka ingin membesarkan keturunannya di negeri dengan jumlah penduduk muslim yang dominan. Pasalnya menurut mereka, akan sulit mendidik anak-anak untuk menjalankan ajaran agama Islam di negara dengan gaya hidup masyarakat di Amerika Serikat.

Ali Kribo bermain musik Durbaka. Source: instagram.com/jdcneo

Perjalanan musik Ali Kribo dimulai saat ia masih berusia 9 tahun. Saat itu, ia menjajal sebuah alat perkusi yang sejenis dengan darbuka bernama dumbuk. Ia mulai memperlajari alat musik tepuk itu lantaran instrumen yang sejak awal ia sukai, yakni drum, tidak bisa ditemui di rumahnya.

Pertemuan pertama Ali dengan dumbuk, membuatnya jatuh cinta dengan alat musik perkusi tersebut. Meski ada banyak macam instrumen musik perkusi khas Timur Tengah, Ali lebih memilih darbuka lantaran memiliki suara yang unik dan lebih mempunyai bunyi yang dominan dan lebih berkarakter sehingga termasuk dalam alat musik untuk solois, alih-alih hanya menghasilkan bunyi pendamping seperti djembe atau lainnya.

Meski sempat berhenti mempelajari darbuka lantaran disibukan dengan urusan sekolah, Ali kemudian mulai benar-benar serius menekuni dan memperlajari instrumen-instrumen tersebut pada usia 13 tahun.

Kemampuan Ali Kribo semakin moncer sewaktu mempelajari darbuka bersama rekannya dari grup Debu, yakni Daood, serta master darbuka bernama Luhtfi Ghostfingers bersama Ali Kribo sebagai penabuh darbuka juga kian bersinar sewaktu mendapat kesempatan untuk mengisi pagelaran musik di Turki bersama kelompok musik Debu. Ia juga mulai menapaki karier profesional saat menyadari bahwa jam terbangnya bermain darbuka telah lebih dari 10 ribu jam.

Pria yang memiliki hobi berolahraga seperti sepak bola, basket dan fitnes itu kemudian mengambil nama panggung Ali Kribo untuk menjadi pembeda dengan orang lain lantaran nama Ali terbilang telah banyak digunakan.

Sematan atau julukan kribo diambil sebagai nama belakang dengan dua alasan, yakni lantaran ia ia adalah orang keturunan Afrika yang memang memiliki bentuk rambut kribo, serta karena tumbuh besar di Indonesia dan akrab dengan istilah penamaan sebuah model rambut tersebut.

Karier Ali kemudian semakin diakui di kancah musik lokal dan kerap mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan nama-nama besar di panggung hiburan Tanah Air, seperti Ditto Percussion, Groove N Roll, Godbless, Sajad Ali, DEBU dan master darbuka lain.

Selain menggumuli dunia musik, Ali juga merupakan profesional di bidang kesehatan olah raga. Ia mempelajari ilmu tersebut sewaktu mengalami cidera saat melakukan berbagai hobinya seperti bermain basket dan sepak bola. Ia bahkan memiliki sertifikat National Academy of Sport and Medicine (NASM) dari Amerika Serikat.

Grup musik Deboo. Source: instagram.com/alikribo

Ali Kribo juga duduk sebagai Chief Financial Officer di Indomode International Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang busana dan gaya hidup muslimah yang semula dibangun di Amerika Serikat. Saat ini, produk mereka telah tersedia pula di berbagai situs e-commerce internasional seperti Amazon, dan berbagai situs jual-beli daring di Indonesia.

Di kancah musik, saat ini pria bergelar master darbuka itu kerap memenuhi undangan dari berbagai komunitas untuk mengajar dan berkolaborasi bermain darbuka, serta memperkenalkan ke kancah yang lebih luas mengenai alat musik perkusi ini melalui berbagai konten dan unggahan di media sosial Instagram miliknya.

Ia juga kerap mengajarkan cara berain darbuka secara online melalui tayangan video di kanal YouTube miliknya. Pasalnya, Ali Kribo memang dikenal memiliki basis penggemar besar yang tersebar di hampir seluruh wilayah di Indonesia, bahkan di kancah internasional.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi