Saturday , 17 April 2021

Ugan Rahayu, Seniman Kendang Wayang Golek


210402141121-Ugan-.jpeg

Ugan rahayu.*

18NEWS.ID,-- Ugan Rahayu merupakan salah satu seniman kendang yang banyak memberikan kontribusi dalam perkembangan seni wayang golek Jawa Barat periode tahun 1978 sampai 1990. Sebelum berkecimpung di dunia wayang golek Ugan bergabung dengan beberapa kelompok sandiwara bahkan sempat menjadi pemain kendang kesenian reog, calung, pencak silat, tari klasik dan beberapa seni lainnya.

Ugan Rahayu yang lahir pada hari senin tanggal 8 Agustus 1949 di desa Rancakole, Kampung Ancol Ciparay Kabupaten Bandung, dibesarkan dari lingkungan keluarga sangat sederhana namun erat dengan seni, terutama seni tradisi sunda. Diantara 7 saudara lainnya Ugan rahayu adalah bungsu dan paling berbakat di dalam berkesenian. Ketika masih kecil Ugan Rahayu sudah diperkenalkan dengan Karawitan Sunda oleh Bapaknya sebagai Pangrawit. Pada tahun 1961, ketika Ugan Rahayu berumur 12 tahun ayahnya yang bernama Markasi sering bercerita tentang pengalamannya jika tampil dalam hiburan malam, hajatan, ataupun pameran.

Pengalaman dari ayahnya dijadikan ilmu yang berharga bagi dirinya. Dan dari cerita itu pula akhirnya Ugan Rahayu memantapkan diri untuk terjun ke dunia Seni, sekali pun jika dipandang dari sisi penghasilan pada masa itu sangatlah minim, namun kecintaan dan darah seni yang mengalir dalam diri Ugan Rahayu terlampau kuat, sehingga keraguan dan kekhawatiran tentang sosok seniman yang penghasilannya tidak menentu itu akhirnya mampu ditepis olehnya. Semenjak tahun 1963 karena kepiawaiannya memainkan kendang dan sudah banyak mulai dikenal banyak orang akhirnya sejak itu pula banyak dalang-dalang wayang  diwilayah Ciparay dan Majalaya untuk menjadi pemain kendangnya.

Ugan rahyu (kanan) dan Budi Dalton (kiri).*

Tahun 1967 Ugan Rahayu bergabung dengan Lingkung seni Giri Harja I, dan sejalan dengan itu ia pun tetap menjadi pemain kendang sandiwara. Hingga suatu saat pernah disuruh tampil dihadapan Para Pemain kendang Senior wilayah Ciparay diwaktu itu seperti Mang Karsan, Mang Amung, Mang Mamat, dan  Mang Nana. Pada Tahun 1971 Giri Harja II memenangkan “bokor” dalam ajang pencarian Dalang Terbaik(Binojakrama) se Jawa Barat, maka sejak itu pula nama Ugan-Ade Kosasih mulai naik daun.

Selanjutnya pada Tahun 1978 Ugan Rahayu kembali direkrut oleh Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya (Giri Harja III), dan disinilah Ugan Rahayu untuk pertamakali secara langsung ketika pagelaran wayang, sang dalang Asep Sunandar Sunarya minta Ugan Rahayu untuk memainkan kendang mengiringi tokoh “Maktal, Dewa, Gatotkaca, Gawil dan Rahwana”. Dengan kretifitas dan inovasi yang dibangun secara bersama-sama oleh kelompok Giri Harja III, maka   pada tahun 1985 giliran Asep Sunandar Sunarya yang berhasil memenangkan bokor. Pasca kemenangan itu frekuensi Ugan- Asep Sunandar Sunarya dan kelompok seninya semakin sering tampil. Bahkan Ki Dalang Asep Sunandar Sunarya dijuluki sebagai pemecah rekor sebagai pemain dalang paling sering Pentas ketika itu. Setelah mulai jarang manggung, dan istirahat dari Kelompok seni Giri Harja III, kemudian Ugan Rahayu mendirikan Padepokan seni yang diberi nama KarangKamulyan, nama ini terinspirasi dari nama salah satu situs sejarah di wilayah Ciamis Jawa Barat yaitu Karangkamulyan (Galuh).

Dalam padepokannya Ugan Rahayu mendidik anak-anak dilingkungan tempat tinggalnya bermain gamelan dan berbagai jenis kesenian lainnya, namun seiring berjalannya waktu anak didiknya itu bukan saja dari lingkungan terdekat tetapi hingga wilayah lain, seperti majalaya, Bandung bahkan Lembang.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi