Raden Mattaher bin Pangeran Kusen, Pahlawan Nasional dari Jambi

Reporter: Hariyawan - Editor: Hariyawan

Minggu, 22 November 2020 | 11:38 WIB

201122114538-Raden.png

Source: Sapajambe.com

yaitu Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi.*

Rectangle Bodytext (300x100)

18NEWS.ID, – PADA Peringatan Hari Pahlawan 2020 ini, sebanyak enam tokoh dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penganugerahan ini berdasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) No 117/TK/Tahun 2020 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Salah satu dari keenam tokoh tersebut, yaitu Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi dari Provinsi Jambi

Setelah beberapa kali pengusulan, akhirnya Kementerian Sosial menetapkan Panglima Perang Raden Mattaher sebagai pahlawan nasional.

Daya juang Raden Mattaher dalam menumpas serdadu Belanda telah menginspirasi rakyat Jambi, sebab gerakannya identik dengan perlawanan rakyat kala itu.

Namanya telah terpatri di rumah sakit, jalan, yayasan pendidikan, bahkan lapangan tembak. Bersama Depati Parbo, Raden Mattaher telah ditetapkan sebagai pahlawan Jambi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jambi, Arief Munandar,  

mengakui pengusulan Raden Mattaher sebagai pahlawan nasional sudah dilakukan beberapa kali, karena syaratnya cukup berat.

Ia menyebutkan sejumlah syaratnya, yakni harus ada buku, kajian akademis, data otentik, pembentukan panitia anugerah dari kabupaten/kota sampai provinsi dan kelompok diskusi terpumpun (FGD).

Jambi tidak hanya mengusulkan nama Raden Mattaher, tetapi juga Depati Parbo. Namun baru Singo Kumpeh yang diakui negara.

Silsilah Raden Mattaher

Peneliti Sejarah dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNP) Kepri, Dedi Arman, dalam bukunya Raden Mattaher Pejuang Rakyat Jambi Melawan Kolonial, menuturkan Raden Mattaher adalah keturunan dari Sultan Thaha Saifuddin, pahlawan nasional dari Jambi.

Hubungannya adalah ayah Raden Mattaher bernama Pangeran Kusin merupakan anak Pangeran Adi, saudara kandung Sultan Taha Syaifudin.

Raden Mattaher terlahir dari pasangan yang berkuasa di Sikamis, sekarang Desa Kasang Melintang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

Ayahnya adalah Raden Kusin bergelar Pangeran Jayoningrat bin Pangeran Adi bin Sultan Mochammad Fachruddin.

Ibunya adalah Ratumas Esa (Tija). Ibu Raden Mattaher merupakan kelahiran Mentawak, Air Hitam Pauh, yang dahulunya adalah daerah tempat berkuasanya Temenggung Merah Mato.

Raden Mattaher lahir tahun 1871 dan meninggal ditembak di rumahnya sendiri, dalam sebuah operasi Belanda, pada 10 September 1907.*

Komentar
Download Aplikasi
>