Munir Said Thalib: Pejuang HAM yang Diracun di Udara

Reporter: - Editor: Riedha Aghniya Adriyana

Kamis, 10 Desember 2020 | 15:36 WIB

201210154117-Munir.jpg

Source: kontras.org

Munir Said Thalib.*

Rectangle Bodytext (300x100)

18NEWS.ID, – PERSERIKATAN Bangsa Bangsa (PBB) mengdeklarasikan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Desember. Di Indonesia sendiri, tentu semua orang mengetahui sosok pembela HAM, terlebih lagi di kalangan mahasiswa dan aktivis. Sosok pembela HAM itu bernama lengkap Munir Said Thalib yang lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965.

Munir adalah sosok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang sampai akhir hayatnya konsisten memperjuangkan hak-hak sipil. Pria sederhana dengan perawakan kecil ini sangat vokal dalam membela dan mengungkap kasus-kasus HAM di Indonesia.

Munir kuliah dan mendapat gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Tahun 1988, Ia menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya juga menjabat sebagai koordinator Wilayah IV Asosiasi Mahasiswa Hukum Indonesia.

Tahun 1990, setelah lulus dari Universitas Brawijaya, Munir meniti karirnya sebagai Ketua LBH Surabaya Pos Malang. Selanjutnya dirinya menjabat Koordinator Divisi Perburuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH Surabaya, Direktur LBH Semarang.

Munir mendirikan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) pada 16 April 1996. Munir juga menjadi Koordinator Badan Pekerja pada LSM tersebut. Namanya pun mulai bersinar saat dirinya melakukan advokasi terhadap para aktivis yang menjadi korban penculikan rezim penguasa Soeharto.

Ketika menjabat Dewan Kontras, namanya melambung sebagai seorang pejuang HAM. Kiprahnya sebagai aktivis HAM membuatnya ia cukup akrab dengan bahaya dan kerap mendapatkan banyak ancaman. Munir pernah mendapat teror bom yang meledak di pekarangan rumahnya di Jakarta pada Agustus 2003.

Munir juga berjuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu, seperti membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Sikap berani dan sigapnya dalam menentang ketidakadilan oleh beberapa pihak pada masa pemerintahan Orde Baru, membuat Munir tak disukai oleh pemerintah. Dirinya menjadi sasaran dan lingkaran merah dari pihak intelijen karena dianggap berbahaya. Munir juga sering mendapat banyak ancaman dari beberapa orang. Namun dirinya tetap tidak gentar terhadap ancaman yang menimpa dirinya.

Diracun dan Dibunuh di Udara

Karena kecintaannya terhadap ilmu hukum, Munir memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Amsterdam dan melanjutkan kuliah pascasarjana di Universitas Utrecht, Belanda. Pesawat Garuda GA-974 yang ditumpangi Munir pun lepas landas dari Jakarta, pada 06 September 2004 pukul 21.55 malam WIB.

Namun dalam perjalanannya tersebut, Munir Said Thalib menghembuskan nafas terakhirnya di langit Rumania pada 07 September 2004. Berjarak sekitar dua jam sebelum pesawat yang ditumpanginya mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam.

Pada 12 November 2004, polisi Belanda yang telah melakukan otopsi mengeluarkan berita mengejutkan yakni ditemukan senyawa arsenik pada tubuh Munir yang diduga dicampurkan pada jus jeruk yang diminumnya.

Selang satu tahun, kasus pembunuhan Munir masih tak terungkap. Sejauh itu, hanya Pollycarpus Budihari Priyanto, pilot Garuda, yang dijatuhi hukuman penjara 14 tahun atas keterkaitannya terhadap pembunuhan Munir. Menyusul temuan percakapan antara Polly dan Muchdi Purwopranjono, mantan petinggi BIN dan militer. Muchdi diadili, namun, saat itu hakim memberikan vonis bebas atasnya yang berbalik pada penangkapan hakim yang mengadili Muchdi.

Hingga saat ini, masih saja kasus pembunuhan Munir tak kunjung terkuak. Jelas, sengaja ditutupi oleh pihak-pihak yang menyelamatkan diri dari keterkaitan pada kasus tersebut. Begitulah, keadilan di Indonesia. Disingkirkan karena benar.

Berkat upaya dan jasanya yang telah membantu memperjuangkan HAM, Munir yang sebelumnya banyak mendapatkan penghargaan, diusulkan menjadi pahlawan nasional. Kini, Munir dimakamkan di Pemakaman Umum Kota Batu.*

Komentar
Download Aplikasi
>