Arnold Mononutu, Pahlawan Nasional dari Sulawesi Utara

Reporter: Hariyawan - Editor: Hariyawan

Sabtu, 21 November 2020 | 12:02 WIB

201121120725-Arnol.png

Source: Kolase, istimewa

Arnold Mononutu.*

Rectangle Bodytext (300x100)

18NEWS.ID, – PADA Peringatan Hari Pahlawan 2020 ini, sebanyak enam tokoh dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penganugerahan ini berdasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) No 117/TK/Tahun 2020 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Salah satu dari keenam tokoh tersebut, yaitu Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara.

Menjadi kabar gembira bagi rakyat nyiur melambai di Hari Pahlawan tahun ini, karena satu lagi gelar pahlawan nasional akan disematkan kepada putra terbaik Sulawesi Utara (Sulut).

Penghargaan tertinggi itu diberikan kepada Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu putra daerah asal Minahasa.

Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu atau lebih dikenal dengan nama Arnold Mononutu, menjadi Pahlawan Nasional ke-10 asal Sulut.

Arnold merupakan tokoh pergerakan nasional yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Direktur Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur, Denni Pinontoan, mengatakan Arnold punya peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Arnold adalah salah satu orang yang berperan menghubungkan perjuangan gagasan, wacana, dan gerakan kemerdekaan Indonesia dengan bangsa-bangsa Asia lainnya yang sedang dijajah waktu itu.

Arnold Mononutu (ke tiga dari kanan), Mohammad Hatta (kedua dari kanan), dan Sultan Hamengku Buwono IX (kanan) meninjau parade militer di Yogyakarta pada tanggal 20 Februari 1948.* Source: IPPHOS

Selama hidupnya, Arnold dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan Wakil Presiden Pertama Indonesia, Mohammad Hatta.

Keduanya saling kenal saat sama-sama menempuh pendidikan di Belanda.

Semasa belajar di luar negeri, Arnold juga ikut mengorganisir mahasiswa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan.

Peran Arnold dalam perjuangan kemerdekaan juga menepis anggapan warga Minahasa yang condong memihak dengan pemerintah kolonial Belanda.

"Dari jejak Arnold Mononutu ini, sebenarnya tidak," sebut Denni.

Senada dengan Denni, Sejarawan Sulawesi Utara dari Universitas Sam Ratulangi, Alex Ualean, menilai penetapan Arnold Mononutu sebagai Pahlawan Nasional sudah tepat.

Dia malah merasa, penetapan ini agak terlambat.

"Meskipun agak terlambat, mengingat teman-teman seperjuangan, seperti Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau yang lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi sudah lama diberi gelar. Tapi, selaku warga Sulawesi Utara saya bersyukur," kata Alex.

Arnold lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 4 Desember 1896. Dia meninggal di Jakarta pada 5 September 1983 pada usia 86 tahun.

Arnold merupakan mantan Menteri Penerangan dan Duta Besar Indonesia pertama di China.

Selain itu, dia pernah menjadi anggota Majelis Konstituente dan Rektor Universitas Hassanuddin.*

 

Komentar
Download Aplikasi
>