Saturday , 31 July 2021

Tergerusnya Bahasa Sunda di Era Modern


210528133739-terge.jpg

Source: instagram.com/inurwansah

Aksara Sunda.*

18NEWS.ID – Kian hari, bahasa daerah kian jarang terdengar suaranya. Para orang tua lebih bangga mengajarkan anak-anaknya dengan bahasa luar daerah. Sehingga dapat dipastikan secara perlahan bahasa daerah atau bahasa ibu itu akan hilang.

Memperkenelkan bahasa Sunda di kalangan milenial memang perlu diperhatikan karena penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan persaingan penggunaan bahasa asing. Peran pemerintah dalam upaya pelestarian bahasa Sunda khususnya di generasi milenial memang dirasa perlu karena meskipun telah dijadikan sebagai kurikulum di berbagai tingkatan sekolah di Jawa Barat, popularitas bahasa Sunda sebagai bahasa ibu bersaing dengan bahasa asing.

Ajib Rosidi menguraikan keprihatinannya tentang keadaan bahasa Sunda, dan mungkin keprihatinan kita semua. “Hari ini kita bisa lihat, bahwa bahasa Sunda sekarang sedang dalam proses kematiannya. Karena kita saksikan orang Sunda secara perlahan-lahan sedang menjalankan pembunuhan terhadap bahasa Sunda yang merupakan bahasa ibunya.”

Kita pun bisa melihat, kian banyak orang Sunda yang tidak mau bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Sunda, walau pun sesama orang Sunda. kita pun melihat bahwa lembaga-lembaga publik seperti sekolah, masjid, pasar, kian sedikit orang yang mempergunakan bahasa Sunda.

Dan lebih parahnya lagi, banyak orang tua yang keduanya orang Sunda, yang tidak berbahasa Sunda lagi dengan anaknya, artinya mereka tidak mewariskan bahasa ibunya kepada generasi sesudahnya. Banyak orang sunda yang lebih bangga menggunakan bahasa Asing dibanding bahasanya sendiri. Lebih asyik menggunakan bahasa “Gwe dan Lho” dibanding “urang jeung maneh”. Jika seperti itu, kita seakan-akan lebih bangga menggunakan barang orang dibanding barang milik sendiri. Kalau dalam pribahasa Sunda ‘”Agul ku payung butut” atau “Adean ku kuda beureum

Jika gejala-gejala ini terus dibiarkan, maka akan berakhir dengan kematian bahasa Sunda. Maka perlu disadari, kita yang menjadi generasi muda, yang harus terus menjaga, mempertahankan lestarinya bahasa Sunda sebagai warisan leluhur kita. Karena kita sendirilah yang akan menentukan mati-hidupnya bahasa Sunda.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi