Saturday , 31 July 2021

Tari Radap Rahayu, Tarian Para Bidadari


200706115658-tari-.jpg

Sumber foto: wisatakalimantan.com

18NEWS.ID - Tari Radap Rahayu, di ambil dari kata radap atau beradap - adap yang berarti bersama sama atau berkelompok. Sedangkan rahayu berarti kebahagiaan atau kemakmuran. Tarian dari Banjarmasin Kalimantan Selatan ini merupakan salah satu tarian untuk penyambutan tamu sebagai tanda penghormatan.

Awalnya Tari Radap Rahayu ditampilkan dalam acara ritual saja, seperti perkawinan, kehamilan, kelahiran dan juga acara kematian. Seiring berjalannya waktu, tarian ini berkembang menjadi hiburan bagi masyarakat.

Pada saat pertunjukan, para penari memakai busana yang disebut dengan baju laying, dengan selendang. Selain itu penari juga di lengkapi dengan cepu sebagai tempat beras kuning dan bunga rampai.

Tarian ini disajikan dengan iringan alat musik tradisional Panting. Panting dimainkan dengan cara dipetik menggunakan alat berbentuk pipih terbuat dari tanduk kerbau. Permainan Panting biasa disebut bapapantingan dengan diiringi lagu khas daerah Kalimantan Selatan.

Alat musik Panting dimainkan bersama dengan peralatan pendukungnya lainnya. Seperti Terbang atau Rebana, BiolaSerulingGong dan Babun. Selain musik, tarian ini juga diiringi oleh nyanyian.

Setiap gerakan dari tarian ini memiliki makna dan maksud tertentu yang didasari oleh nilai luhur adat dan budaya daerah. Oleh karena itu, hingga kini tarian ini masih bertahan dan dilestarikan untuk meneruskan nilai-nilai tersebut. Rasa pengharapan, syukur, do’a adalah esensi utama dari Tari Radap Rahayu.

Gerak Tari Radap Rahayu akan dimulai dengan gerakan terbang layang yang mencerminkan bidadari-bidadari yang sedang turun dari khayangan atau langit. Ragam teknik gerak pada tarian ini terdiri dari  dandang mengapak, mendoa ( sesembahan ), mambunga, limbalian kipas, alang manari, lontang setengah, mantang, lontang penuh, terbang layang, garogeh skikandi, tepung tawar, puja bantam, dan jungan angin tutus. Di bagian akhir penari akan menunjukan gerakan terbang layang kembali yang menggambarkan bidadari-bidadari tersebut kembali ke khayangan atau langit.

Tari Radap Rahayu sempat mengalami kepunahan saat berakhirnya kerajaan dwipa, lalu tarian ini kembali di populerkan oleh seniman kerajaan banjar bernama pangeran Hidayatullah. Namun sempat hilang kembali saat perang banjar, ketika mengusir penjajah Belanda dari Banjarmasin. Pada tahun 1955 tarian ini kembali di bangkitkan oleh seorang budayawan bernama Kyai Amir Hasan Bondan melalui kelompok tari bernama PERPEKINDO dan masih di lestarikan hingga Kini.

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi