Saturday , 17 April 2021

Pesona Alat Musik Tradisional Indonesia dari Berbagai Daerah


210408113714-peson.jpg

Source: Dok. [email protected]_kf

Ilustrasi alat musik tradisional.*

18NEWS.ID – Alat musik tradisional adalah alat musik yang digunakan secara turun menurun pada suatu daerah. Alat musik tersebut biasanya dipakai untuk mengiringi acara adat yang ada di kalangan masyarakat daerah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), alat berarti suatu benda yang digunakan untuk mempermudah suatu kegiatan atau kerjaan. Kata musik berasal dari bahasa Yunani, yaitu mousike yang diambil dari nama dewa yang terkenal dalam mitologi Yunani Kuno, yakni Mousa. Dewa yang memimpin Seni dan Ilmu. Sedangkan kata tradisional berasal dari bahasa Latin, yaitu traditio yang artinya suatu kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara turun temurun.

Di Indonesia sendiri alat musik tradional sangat beragam karena hampir setiap daerah memilikinya. Apa saja macam-macam alat musik tradisional yang ada di Indonesia? Simak ulasannya berikut ini.

Perkembangan Musik di Indonesia

Musik Indonesia atau musik Nusantara adalah semua musik yang berkembang di Nusantara yang mencerminkan identitas Indonesia, baik dari segi bahasa maupun karakter melodinya. Sudah sejak lama sejarah musik Indonesia bermula. Untuk merunut perkembangan musik di Indonesia, ada beberapa tahap dari era Hindu-Buddha hingga era modern.

Berawal dengan masuknya media elektronik ke Indonesia, terjadilah arus globalisasi yang tak dapat dibendung. Berbagai budaya Barat mulai masuk ke dalam negeri termasuk berbagai aliran musik seperti pop, jazz, blues, rock, R&B, hingga musik-musik India yang banyak diperkenalkan melalui film-filmnya.

Dalam era modern perkembangan musik di Indonesia ini, muncul berbagai jenis musik baru yang memadukan unsur-unsur musik asing dengan musik Nusantara. Seperti contohnya musik dangdut yang merupakan perpaduan antara musik India dengan musik Melayu.

Selain itu, berkembang pula jenis musik yang mengkombinasikan unsur-unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik Barat, terutama pada alat-alat musiknya. Perpaduan musik ini kemudian menghasilkan jenis musik yang dikenal dengan musik etnis.

Jenis Alat Musik Etnis

Tifa, Alat Musik dari Papua

Alat musik Tifa dari Papua. Source: Source: Dok. [email protected]

Tifa merupakan salah satu alat musik tradisional Papua yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh. alat musik tifa biasanya lebih panjang dan memiliki pegangan di salah satu bagian alat musiknya. Bahan yang digunakan juga berasal dari kayu paling kuat biasanya jenis kayu Lenggua dengan kulit binatang sebagai membran bagian atas.

Kulit binatang tersebut diikat dengan rotan secara melingkar sehingga kencang dan bisa menghasilkan suara yang indah. Selain itu, pada bagian tubuh alat musik terdapat ukiran- ukiran khas Papua.Tifa biasanya digunakan untuk mengiringi acara penyambutan tamu, pesta adat, tari-tarian, seperti Perang, Asmat, dan Gatsi. Besar kecilnya suara yang keluar dari tifa tergantung dari ukuran alat musiknya.

Seperti dikutip dari buku Inventarisasi Warisan Budaya Tak Benda yang ditulis Agapitus E. Dumatubun dkk, selain sebagai alat pengiring tarian, tifa juga mempunyai makna sosial berdasarkan fungsi dan bentuk hiasan ukiran pada badan tifa tersebut.

Seperti pada suku Malin Anim, untuk setiap klan mempunyai bentuk dan motif serta nama tersendiri untuk masing-masing tifa. Demikian pula dengan suku Biak, Waropen. Ukiran-ukiran serta motif yang ada pada tifa itu menunjukkan status pemiliknya sebagai pakas anem atau masyarakat biasa.

Kacapi Alat Musik dari Jawa Barat

Alat musik Kacapi atau Kacapi Tambang dari Jawa Barat. Source: Dok. [email protected]

Kacapi atau sering disebut Kecapi merupakan alat musik tradisional Jawa barat yang dipakai sebagai alat musik utama dalam tembang sunda Cianjuran. Alat ini dimainkan dengan cara dipetik dengan jari tangan kanan dan jari tangan kiri. Kacapi dibagi menjadi dua, yaitu Kacapi indung (induk) dan Kacapi rincik

Kacapi indung memimpin jalannya musik dengan cara memberikan intro, bridges, interlude dan juga menentukan tempo. Biasanya digunakan sebuah kacapi besar berdawai 18 atau 20.

Sedangkan kacapi rincik memperkaya iringan musik dengan mengisi ruang antar nada dengan frekuensi tinggi, khususnya dalam lagu-lagu yang bermetrum (satuan irama yang ditentukan oleh jumlah dan tekanan suku kata dalam setiap baris rumpaka lagu) tetap, seperti Kacapi Suling atau Sekar Panambih dan mamaos (tanpa tempo yang jelas) untuk tujuan tersebut, digunakan Kacapi yang lebih kecil dengan dawai sampai 15.

Gamelan Bali

Gamelan Bali. Source: Dok. [email protected]_gamelanbali

Gamelan adalah ensambel alat musik tradisional Bali yang terdiri dari alat-alat musik tradisional seperti gong, gambang, gendang, kempul, bonang, dan sebagainya. Secara umum, ensambel gamelan telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Madura, Bali, hingga Nusa Tenggara, namun dengan gaya dan ciri khas yang berbeda-beda.

Menurut beberapa sumber sejarah, Gamelan Bali sudah ada sejak lama di Nusantara. Dilihat dari Prasasti Bebetin, di sana disebutkan bahwa gamelan sudah ada sejak tahun 896 M atau sekitar masa Raja Ugrasena memerintah di Bali. Namun pada masa itu, bentuk gamelan masih sangat sederhana tidak seperti sekarang.

Dalam tradisi masyarakat Bali, dikenal Gamelan Bali yang biasa digunakan dalam berbagai acara adat dan ritual keagamaan di Bali. Konon  di Bali ada sekitar 25 jenis gamelan yang berkembang di pedesaan-pedesaan, 10 di antaranya terbuat dari bambu dan sisanya terbuat dari logam.

Alat musik Gamelan Bali dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian:

  • Gamelan tua: gambang, saron, selonding kayu, gong besi, gong luwang, selonding besi, angklung kelentang dan gender wayang.
  • Gamelan madya: pengambuhan, semar pagulingan, pelegongan, bebarongan, joged pingitan, gong gangsa jongkok, babonangan, dan rindik gandrung.
  • Gamelan baru: pengarjaan, gong kebyar, pejangeran, angklung bilah tujuh, joged bung-bung, dan gong suling.

Gambus Alat Musik Riau

Alat musik Gambus. Source: Dok. [email protected]

Alat musik tradisional ini merupakan jenis instrumental musik tradisional yang dapat ditemukan hampir di seluruh kawasan Melayu. Bersamaan dengan masyarakat Melayu dan pergeseran nilai kerohanian di Pekanbaru yang dialami dari waktu ke waktu membuat perubahan pandangan masyarakat terhadap kesenian Gambus dan Zapin.

Musik gambus lebih berkembang dari sebelumnya dan beralih fungsi menjadi pengiring Zapin di pentas. Awalnya Gambus di mainkan sebagai sarana hiburan yang bernuansa religius dan dimainkan secara individu di rumah atau hiburan bagi nelayan di atas perahu. Namun, perubahan fungsi Gambus dimainkan menjadi lagu-lagu yang lebih modern

Gambang Kromong Alat Musik Betawi

Alat musik Gambang Kromong dari Betawi. Source: Dok. [email protected]

Alat musik yang berasal dari Betawi ini merupakan gabungan antara gamelan dan musik barat. Yang mana mempunyai nada pentasionis dengan corak Tionghoa. Dari sini, bisa kita melihat toleransi bahwa suku Betawi adalah suku yang tergabung dari multietnis seperti etnis Tionghoa.

Cara memainkan Gambang Kromong, kamu hanya perlu menggunakan alat pukul yang mana pada bagian ujungnya dibalut kain agar menimbulkan suara indah tanpa merusak kepingan kayunya. Gambang Kromong mempunyai tangga nada antara 17 hingga 21 bilah atau Mayor, Minor dan Gregorian.

Karinding Alat Musik dari Jawa Barat

Bentuk alat musik Karinding dari Jawa Barat. Source: Dok. [email protected]

Karinding merupakan alat musik kuno dari daerah Cineam, Tasikmalaya, Jawa Barat. Bukan hanya di daerah tersebut, alat musik ini kemungkinan sudah menyebar ke berbagai daerah lain. Hanya saja, nama dan bentuknya yang mungkin sedikit berbeda.

Alat musik karinding, dinamakan demikian karena bentuknya yang mirip dengan sejenis serangga yang biasa disebut kakarindingan. Dari sana, mereka berpikir, “Bila ada kakarindingan, maka pasti ada karinding-nya!” (seperti mobil-mobilan, maka ada mobil-nya).

Pada masa lalu, karinding biasa dibawa oleh petani dan digunakan untuk mengusir hama di sawah. Selain memiliki frekuensi yang mampu mengusir hama, alat ini juga digunakan sebagai alat pengusir lelah dan bosan saat bekerja di sawah.

Selain itu, karinding juga merupakan alat musik yang biasa dibawa oleh pria yang sudah akil baligh ketika bertandang ke rumah gadis yang ia sukai (kala itu para para gadis masih dipingit di dalam rumah). Di setiap rumah mereka, sering ditemukan alat musik karinding terselip di antara bilik-bilik rumah mereka.

Karinding sendiri merupakan alat musik pukul. Cara memainkannya dengan menyelipkannya ke dalam mulut, lalu pada bagian ujungnya disentil/dipukul menggunakan jari. Dengan begitu, alat musik ini akan menghasilkan bunyi “pow…” dengan rongga mulut pemain berperan sebagai semacam soundboard-nya. Pada dasarnya karinding merupakan alat musik tanpa nada.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi