Friday , 14 May 2021

Mengenal Musik Keroncong, Musik yang Berakar dari Portugis


210503124447-menge.jpg

Source: instagram.com/keroncongpelesiran

Grup musik keroncong.*

18NEWS.ID, Bandung – Musik keroncong merupakan bagian dari seni musik seperti halnya cabang-cabang seni musik yang lainnya, seperti Musik Gamelan, Musik Angklung, Musik Klasik, Musik Jazz dan jenis-jenis musik lainnya.

Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini.

Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai.

Grup musik keroncong. Source: instagram.com/spotmusik.id

Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya.

Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya grup musik Beatles dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang).

Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.

Perkembangan Musik Keroncong

Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920). Ukulele ditemukan tahun 1879 di Hawaii, dan pada tahun selanjutnya diperkirakan Keroncong baru menjelma pada tahun 1880, di daerah Tugu kemudian menyebar ke selatan daerah Kemayoran dan Gambir lihat terdapat lagu Kemayoran dan Pasar Gambir, sekitar tahun 1913.

Komedie Stamboel 1891-1903 berawal di Kota Pelabuhan Surabaya pada tahun 1891, berupa Pentas Gaya Instanbul, yang mengadakan pertunjukan keliling di Hindia Belanda, Singapura, dan Malaya lewat jalur kereta api maupun kapal api.

Pada umumnya pertunjukan mencakup Cerita 1001 Malam Arab dan Cerita Eropa Opera maupun Rakyat, termasuk Hikayat India dan Persia. Menjadi selingan, antara adegan maupun pembukaan, diperdengarkan musik mars, polka, gambus, dan keroncong.

Khusus musik keroncong dikenal pada waktu itu Stambul I, Stambul II, dan Stambul III. Pada saat itu lagu Stambul berirama cepat (sekitar 120 untuk satu ketuk seperempat nada), di mana Warga Kampung Tugu maupun Kusbini menyebut sebagai Keroncong Portugis, sedangkan alm. Gesang menyebut itu sebagai Keroncong Cepat, dan berbaur dengan Tanjidor yang asli Betawi.

Keroncong. Source: instagram.com/keroncongtujuhputri

Musik keroncong lebih condong kepada progresi akord dan jenis alat yang digunakan. Sejak pada pertengahan abad yang ke-20 telah dikenal paling tidak terdapat tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah hal yang susah, sebab cukup menyesuaikan pada pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut.

Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi. Setelah mengalami evolusi yang panjang sejak kedatangan orang Portugis di Indonesia (1522) dan pemukiman para budak di daerah Kampung Tugu pada tahun 1661, dan ini merupakan masa evolusi awal musik keroncong yang panjang (1661-1880), hampir dua abad lamanya, akan tetapi belum memperlihatkan identitas keroncong yang sebenarnya dengan suara crong-crong-crong, sehingga boleh dikatakan musik keroncong belum lahir tahun pada 1661-1880.

Dan akhirnya musik keroncong mengalami masa evolusi pendek terakhir sejak tahun 1880 hingga kini, dengan tiga tahap perkembangan terakhir yang sudah berlangsung dan satu perkiraan perkembangan baru (keroncong millenium).

Tonggak awal ialah pada tahun 1879, di saat penemuan ukulele di Hawai yang segera menjadi alat musik utama dalam keroncong (suara ukulele: crong-crong-crong), sedangkan awal keroncong millenium sudah ada tanda-tandanya, namun belum berkembang (Bondan Prakoso).

Berikut adalah empat tahapan masa perkembangan, yaitu:Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920), Masa keroncong abadi (1920-1960),Masa keroncong modern (1960-2000), Masa keroncong millenium (2000-kini).*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi