Saturday , 17 April 2021

Longser, Teater Rakyat dari Tatar Sunda


210407123415-longs.jpg

Dok. [email protected]@toneelbandung

Seni Teater Longser.*

18NEWS.ID – Longser adalah salah satu jenis teater rakyat tatar Sunda yang hidup di daerah Priangan Jawa Barat. Sebagai teater rakyat, Longser dipentaskan di tengah-tengah penonton. Bahkan, pada awal perkembangannya, Longser hampir tidak pernah dipentaskan di sebuah panggung yang ditata sedemikan rupa. Di mana terdapat penonton, di sana Longser digelar; apakah tempat ini alun-alun, terminal, stasiun, atau bahkan di pinggir jalan.

Longser dalam Perkembangan Seni

Belum ada catatan yang akurat sejak kapan sebenarnya Longsér menjadi bagian dari kesenian di Tatar Sunda. Bahkan kata Longsér tidak menpunyai definisi yang jelas. Ada yang menggangap bahwa kata Longsér kependekan dari “long” (melihat, memandang) dan “ser” (kata untuk menunjukkan suatu hasrat atau gairah seksual). Namun anggapan tersebut bukanlah satu-satunya definisi yang dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya.

Menelusuri sejarah Longser, tidak akan terlepas dari nama Bang Tilil (nama aslinya Akil), yang dikenal sebagai tokoh Longser. Dalam kurun waktu 1920-1960, Longser Bang Tilil mencapai puncak kejayaannya. Selain Longser Bang Tilil, salah satu kelompok Longser yang cukup terkenal adalah Longser Pancawarna yang dipimpin oleh Ateng Japar (pernah berguru kepada Bang Tilil). Pancawarna didirikan tahun 1939, dan masih eksis sampai sekarang walaupun produktifitasnya menurun.

Pertunjukan Longser. Source: Dok. [email protected]_007

Bentuk pergelaran Longsér, seperti halnya Lenong Betawi, dibangun dari beberapa bagian penting yang menjadi ciri khas kesenian tersebut. Sebuah pergelaran Longsér biasanya dilengkapi oleh nayaga (penabuh musik), pemain, bodor (pelawak), dan ronggéng (penari merangkap penyanyi) yang berfungsi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Pada saat pementasan, para pemain membangun cerita untuk disuguhkan kepada penonton. Pada mulanya, cerita dalam Longsér disusun sesaat sebelum permainan dimulai. Artinya, tanpa skenario yang jelas, sehingga kadang-kadang isi cerita menjadi kurang fokus dan lebih cenderung humoristik.

Dalam perkembangannya Longser dikemas menjadi bentuk Longser modern dengan memakai naskah dan tidak menggunakan setting oncor atau memakai pengiring karawitan tetapi lebih kepada perkembangan konsepnya yang diambil dengan garapan baru.

Pertunjukan Longser

Sebelum acara dimulai biasanya gamelan sudah mulai diperdengarkan, tujuannya untuk mengumpulkan para penonton. Selain itu musik yang dibawakannya berupa lagu-lagu instrumental. Setelah berkumpul, gamelan tersebut membawakan overture bahwa pertunjukan Longser dimulai.

Kidung sebagai bubuka (pembuka) yang dianggap memiliki kekuatan magis untuk upaya pertunjukannya lancar. Disisi lain kidung juga dipakai lagu persembahan pada arwah nenek moyang. Munculnya penari-penari yang diawali dengan wawayangan (tarian perkenalan para ronggeng dengan memperkenalkan para penari dengan julukan seperti Si Oray, Si Asoy, Si Geboy dan goyang pinggul yang diistilahkan dengan eplok cendol, tari yang dibawakan adalah Ketuk Tilu atau Cikeruhan).

Pertunjukan Longser. Source: Dok. [email protected]

Penampilan bobodoran dengan musik dan tarian biasanya menirukan tarian ronggeng. Puncak pertunjukan Longser memainkan sebuah lakon yang diambil dari kehidupan seharian seperti perkawinan, pertengkaran, maupun perceraian.

Kostum dalam Seni Longser

Busana yang dipakai dalam pertunjukan Longser sederhana tapi mencolok dari segi warnanya, terutama busana yang dipakai oleh ronggeng biasanya memakai kebaya dan samping batik, untuk lelaki memakai baju kampret dengan celana sontog dan ikat kepala .

Alat Musik dalam Seni Longser

Alat musik yang di gunakan dalam seni longser biasanya menggunakan seperangkat gamelan berlaraskan salendro, seperti kendang, rebab, bonang, rincik, gambang, saron 1, saron 2, kecrek, goong, dan demung.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi