Saturday , 31 July 2021

Kacapi Suling Sunda yang Membuai


null

18NEWS.ID – Orang Sunda tentu sudah tidak asing lagi dengan musik tradisional kacapi suling. Menjadi musik khas dari Bumi Parahyangan atau Tatar Sunda, kacapi suling mempergunakan perangkat (waditra) Sunda, yaitu kacapi dan suling sebagai alat musik utamanya.

Kacapi (kecapi) adalah alat musik petik yang jadi pengiring musik Sunda. Ada dua jenis kacapi, yaitu kacapi parahu dan kacapi siter. Konon diberi nama kacapi, karena dahulu alat musik ini sering menggunakan kayu pohon sentul/kecapi sebagai bahan dasar pembuatannya.

Suling Sunda merupakan alat musik tiup yang terbuat dari jenis awi/bambu kecil, berkulit tipis dan berongga besar, dengan struktur yang terdiri atas sumber (lubang tiup yang terdapat pada bagian atas), suliwer (tali yang melingkar/mengikat sumber), dan beberapa lubang yang berfungsi untuk mengendalikan nada saat ditiup.

Biasanya jenis bambu yang digunakan adalah bambu tamiang, bambu buluh, dan bambu iraten. Dari ketiga jenis bambu tersebut, bambu tamiang memiliki kulit yang lebih tipis dengan ruas yang panjang, sehingga menjadi bambu yang paling baik untuk dijadikan bahan suling. Sedangkan bambu buluh dan iraten lebih tebal dengan ruas batang yang cenderung pendek sehingga bambu ini seringkali hanya dijadikan bahan baku alternatif.

Suliwer (tali ikat) seringkali menggunakan rotan cacing sebagai bahan bakunya. Bahan ini lebih dipilih karena alasan teksturnya yang tipis dan mudah dibentuk, sehingga sangat cocok sebagai bahan tali. Rotan ini juga tahan terhadap air liur, sehingga bahan ini tidak akan mudah lapuk.

Memiliki 5 tangga nada yaitu Da, Mi, Na, Ti, La, kacapi suling ini selain dibawakan secara instrumental ataupun untuk mengiringi sang juru sekar (penyanyi/sinden). Namun bila menggunakan kacapi siter untuk kacapi suling, biasanya nanti ditambah pula dengan satu set kendang dan satu set gong.

Mengutip  Jabarprov.go.id, menggunakan tangga nada atau laras salendro, pelog, atau sorog, tembang lagu-lagu yang dilantunkan dengan kacapi suling biasanya akan dilantunkan secara anggana sekar atau rampak sekar. Beberapa lagu yang bisa dinyanyikan secara anggana sekar, yaitu "Malati di Gunung Guntur", "Sagagang Kembang Ros", dan lain sebagainya. Sedangkan untuk rampak sekar di antaranya "Seuneu Bandung", "Lemah Cai", dan lain sebagainya.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi