Friday , 14 May 2021

Dangdut Genre Musik Populer Tradisi Indonesia


210501224059-dangd.jpg

Source: instagram.com/chovif_official

Kontes musik Dangdut.*

18NEWS.ID, Bandung – Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik populer tradisional Indonesia. Irama musiknya sangat identik dengan ciri instrumen tabla (alat musik perkusi India) dan gendang. Jenis musik ini bahkan dianggap sebagai musik khas dari Indonesia.

Sejarah musik dangdut berawal dengan pengaruh musik India lewat sebuah film Bollywood oleh Ellya Khadam dengan lagu “Boneka India” yang populer di tahun 1950-an. Dari sana, menyusul pada tahun 1968, muncul Bang Haji Rhoma Irama sebagai tokoh utama yang mengusung jenis musik yang sama. Istilah ‘dangdut’ baru secara luas dikenal pada tahun 70-an.

Karakter musik dangdut sangat kental dengan nuansa musik India, terutama dalam penggunaan alat musik tabla, juga pengaruh musik Arab pada cengkok dan harmonisasi. Perkembangan zaman di tahun 1960-an juga membuka pintu arus pengaruh musik Barat dengan masuknya alat musik modern dan bentuk pemasaran musik-nya.

Grup musik dangdut tempo dulu. Source: instagram.com/chovif_official

Mulai 1970-an, dangdut bisa dibilang telah matang dalam bentuknya yang modern. Sebagai musik populer, dangdut bersifat sangat terbuka terhadap pengaruh jenis musik lain, mulai dari langgam, keroncong, gambus, rock, pop, bahkan house music. Dari era tersebut hingga sekarang pun, musik dangdut terus mengalami perkembangan mengikuti perkembangan zaman dan selera pasar.

Namun secara lebih dalam, sejarah musik dangdut tak bisa begitu saja dilepaskan dari pengaruh bentuk musik-musik lain yang terbentuk lebih awal. Seperti yang sudah disinggung di awal, musik dangdut sangat dipengaruhi musik India, irama Arab, dan Melayu. Secara lebih lengkapnya, perlu kiranya kita simak latar belakang musik-musik tersebut yang memengaruhi musik dangdut.

Ilustrasi grup musik dangdut koplo. Source: instagram.com/anggraeini_vyanistypontianak

Memasuki abad 21, seiring dengan kejenuhan musik dangdut murni, musisi di Jawa Timur di daerah pesisir Pantura mulai mengembangkan bentuk musik dangdut gaya baru yang dikenal dengan musik dangdut koplo. Dangdut koplo adalah mutasi dari musik dangdut setelah era congdut (dangdut campursari).

Sekira dua tahun setelah kemunculannya, musik koplo semakin mendapat tempat di hati masyarakat dengan melebarnya area kekuasaannya hingga ke beberapa wilayah seperti Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah.

Salah satu hal yang membuat aliran ini cepat meluas dan sukses di banyak daerah adalah maraknya VCD bajakan yang begitu mudah dan murah didapatkan sebagai alternatif hiburan masyarakat dari kaset-kaset  original yang mahal.

Selain kaset bajakan, popularitas dangdut koplo juga berkat fenomena ‘goyang ngebor’-nya Inul Daratista. Kehebohan Inul secara praktis tercium juga oleh beberapa media televisi swasta nasional. Dari sana, masyarakat Indonesia semakin lebih mengenal dangdut koplo dibandingkan musik dangdut murni itu sendiri

Di Era Milenial

Di era millenium perkembangan rockdut dan dangdut metal memang cukup kuat. Tapi jangan lupa, di tahun ini pun musik dangdut terus berevolusi menghadirkan beragam kejutan, termasuk ramainya musik dangdut yang sebenarnya jauh dari unsur dangdut.

Mari kita sebut saja Dangdut Remix, yang sebenarnya merupakan bagian dari Electronic Dance Music, tapi entah kenapa genre ini ditarik dan diakui sebagai bagian dari lagu dangdut. Apa karena beberapa orang yang kemudian memproduksi EDM dengan backing lagu-lagu dangdut populer di masa lalu?

Entahlah, tapi yang jelas irama dangdut ajep-ajep ini cukup populer di Indonesia, bahkan beberapa penyanyi lagu dangdut pendatang baru lebih memilih genre ini sebagai batu loncatan. Cukup bisa dimengerti, karena dalam genre musik dangdut, cengkok dangdut yang selama ini jadi ciri khas dangdut, seolah “dihilangkan” yang tidak kalah menghebohkan.*

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi