Friday , 14 May 2021

Gedung Sate


  • Video Editor :
  • Voice Over :

18NEWS.ID - Gedung sate, pemerintahan Belanda menyebutnya Gouvernements Bedrijven. Terletak di jalan diponegoro, dirancang oleh tim ahli dari Belanda bernama  Ir. J. Gerber, Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks.

Proses pembangunannya ditangani oleh pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai oleh Kol. Pur. VL. Slors.  Melibatkan 2000  tenaga kerja terdiri dari 150 orang pemahat dan pengukir kayu yang berasal dari Konghu atau Kanton, China, dan sisanya tenaga kuli dari warga kampung sekitar Bandung.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, putri sulung dari Walikota Bandung saat itu, B. Coops dan Petronella Roelofsen, mewakili Gubernur Jendral Batavia J.P. Graaf van Limburg.

Pembangunan Gedung Sate memakan waktu 4 tahun dengan biaya sekitar 6 juta gulden. Hal inilah yang menjadi dasar penentuan jumlah benda bulat yang ditusuk oleh semacam tusuk sate di bagian puncak gedung.

Ada yang mengatakan bahwa benda bulat tersebut adalah sate, jambu air hingga melati yang berjumlah enam buah. Dalam proses pembangunannya, maestro arsitek Belanda Dr. Hendrik Petrus Berlage memberi saran agar memasukkan unsur tradisional Indonesia berupa perpaduan arsitektur Indo Eropa.

Jendela yang digunakan bertema Moor, yang berasal dari Spanyol. Keseluruhan bangunan bergaya Reinassance Italia, sementara menara bergaya Asia mirip seperti Pagoda di Thailand dan atap pura Bali.

Bagian Fasad memiliki sejarah tersendiri, karena dibangun dengan menggunakan sumbu poros utara-selatan, gedung sate dibangun menghadap gunung Tangkuban Perahu di Utara. Gedung Pakuan menghadap gunung Malabar di Selatan.  Batu – batu yang digunakan dalam konstruksi berukuran 1 x 1 x 2 m, diambil dari perbukitan Bandung Timur.

Maka tak heran, Gedung Sate yang berdiri di tanggal 27 Juli 1920 masih kuat dan kokoh berdiri hingga sekarang. Gedung ini memiliki keindahan tersendiri yang tidak dimiliki oleh bangunan lainnya di kota Bandung.

Pada tahun 1980 Gedung Sate difungsikan sebagai kantor Gubernur,  sebagai pusat aktivitas dari pemerintahan Provinsi Jawa Barat, yang sebelumnya terletak di Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga Bandung. Seiring dengan perkembangannya, saat ini Gedung Sate menjadi salah satu lokasi wisata paling populer.

Artikel Yang Mungkin Anda Suka

Download Aplikasi